Utang Menggunung, Garuda Indonesia Terancam Pailit

Utang Menggunung, Garuda Indonesia Terancam Pailit – Pegawai Garuda Indonesia mengalami pemotongan gaji. Kebijakan ini berdampak pada seluruh jajaran karyawan, bahkan direksi dan komisaris mengalami pemotongan gaji.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pemotongan tersebut dilakukan antara 30 hingga 50 persen. Pemotongan dilakukan mulai dari level direksi, komisaris hingga pegawai biasa.

“Kami melakukan itu dengan cara santun, dengan menekan jumlah pegawai tapi tentu saja taat terhadap peraturan yang ada di negara ini sambil tetap memiliki empati terhadap para karyawan,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam konferensi pers, Senin, 20 Desember lalu.

Ada pula utang yang kini harus dibayar PT Garuda Indonesia Tbk sebesar USD 9,8 miliar atau setara dengan Rp. 141,06 triliun. Bahkan dikabarkan maskapai negara ini beberapa kali digugat investor karena terlambat membayar utang.

Salah satunya untuk PT My Indo Airlines yang menggugat Garuda Indonesia di Pengadilan Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN). Baru-baru ini, Garuda Indonesia kembali terancam pailit akibat penerapan PKPU PT Mitra Buana Korporindo pada 22 Oktober 2021.

Ketua dan Direktur Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan dampak pandemi menyebabkan situasi industri penerbangan mengalami krisis. Hal ini dikarenakan adanya larangan atau himbauan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan.

“Industri penerbangan itu adalah industri yang berinteraksi langsung dengan manusia. Dan hari ini sebenarnya tidak ada masalah apapun dengan industri penerbangan ini. Tapi yang jadi masalah adalah anxiety to travel. Keengganan orang untuk terbang. Padahal berapa bulan sebelumnya orang punya begitu banyak rencana untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain,” jelas Irfan.

Irfan menganalisis apa yang menjadi kunci pulihnya industri penerbangan, yakni keinginan masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan udara. Menurutnya, selama ada orang yang ingin terbang, industri akan baik-baik saja.

TRENDING  Tanpa Disadari, 5 Sikap Romantis Pasanganmu Ini Justru Membahayakan Kamu

“Recovery atau selamatnya perusahaan maskapai seperti Garuda Indonesia ini hanyalah berbasis terhadap suatu hal, yaitu keinginan orang terbang,” kata dia dikutip dari Merdeka.com.

Namun, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu punya pendapat berbeda. Dia mengungkapkan, masalah Garuda Indonesia bukanlah hal baru. Dari waktu ke waktu, permasalahan Garuda Indonesia tetap sama, yaitu masalah penyewaan pesawat dari lessor. Masalah ini menekan beban keuangan perusahaan.

Masalah itu, menurut dia, sudah ada sejak masa pemerintahan Gus Dur. Kemudian berlanjut di era pemerintahan Megawati.

“Saya perlu jelaskan dulu Garuda sebenarnya berkali-kali menghadapi hal seperti ini dan selalu biang keroknya adalah penyewaan pesawat. Itu selalu. Jadi diperbaiki pada saat Presiden Gus Dur terus rusak lagi pada saat Pemerintahan Megawati 2003-2004,” kata Said Didu.

“Jadi kita memang harus menduga bahwa ada ada mafia penyewaan pesawat ke Indonesia kita harus mulai curiga,” sambung Said Didu.

Melihat permasalahan yang terus terjadi, Kementerian BUMN akhirnya turun tangan. Saat itu hanya ada dua pilihan. Bangkrut atau dihidupkan.

“Saat itu diambil keputusan bahwa Garuda saat itu butuh suntikan modal sekitar Rp 2 triliun,” katanya.

Pemerintah saat itu menyanggupi dengan syarat Garuda Indonesia harus memperbaiki manajemen hingga bisnisnya. Said pun meminta agar Garuda Indonesia berhenti hidup mewah. Kemudian memindahkan Kantor Pusat Garuda Indonesia yang tadinya di Merdeka Selatan menjadi di Cengkareng.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar, sependapat, jika ada anggota dewan yang mengusulkan membentuk Panitia Kerja (Panja) atau Panitia Khusus (Pansus) untuk mencari solusi menyelamatkan PT Garuda Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari langkah cepat dan efektif untuk mencari solusi bagi BUMN di bidang penerbangan.

TRENDING  Orangtua Meninggal, Pria Ini Menangis Meronta-ronta dan Bikin Haru

“Saya sangat setuju ya, DPR untuk mengambil langkah-langkah cepat, efektif, dan tepat sasaran. Sasarannya adalah membersihkan Garuda, menyelamatkan Garuda, atau sekaligus mencari solusi,” ujar Gus Muhaimin.

Meski terlambat menangani masalah Garuda, Gus Muhaimin mengimbau agar asetnya diselamatkan dulu.

“Yang kedua, follow up dari ancaman pailit. Pailitnya sudah di depan mata,” tegas Politisi PKB tersebut.

Sementara itu, Said Didu mendesak pemerintah segera membentuk tim independen untuk mengkaji sewa pesawat yang dilakukan PT Garuda Indonesia Tbk. Padahal permasalahan di lingkungan Perusahaan sering terjadi karena adanya penyewaan pesawat kepada lessor.

“Kalau membenahi Garuda itu saja, pada setiap jenis pesawat dibentuk tim independen bukan hanya untuk direksi tetapi tim independen untuk melakukan kajian tentang penyewaan pesawat,” kata Said Didu.

Melihat kondisi PT Garuda Indonesia Tbk yang saat ini terancam bangkrut, pemerintah disarankan segera melahirkan Garuda baru sebagai pengganti Garuda Indonesia.

“Maka saya katakan melahirkan Garuda baru. Periksa semua permainan-permainan selama ini, buat komitmen baru,” kata Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu dikutip dari akun Youtubenya MSD, Rabu (3/12/2021).

Menurutnya, langkah ini akan membentuk Garuda baru dengan sistem dan budaya baru untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

“Namanya tetap Garuda. Komitmen baru saja mungkin terpaksa dibikin kontrak baru dengan serikat pekerja tentang penggajian sistem dan lain-lain itu diubah semua,” ujarnya.

Sekadar informasi, Garuda Indonesia saat ini terancam pailit akibat gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan PT My Indo Airlines ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sejak 9 Juli 2021 dengan nomor perkara 289/Pdt.Sus- PKPU/2021/PN Jkt.Pst.

Gugatan tersebut diajukan karena Garuda Indonesia terlambat membayar serangkaian kewajiban kepada My Indo Airlines. Majelis Hakim menyatakan menolak permohonan PKPU My Indo Airlines dalam putusan persidangan pada Kamis, 21 Oktober 2021.

TRENDING  Gunakan 7 Masker Alami Ini Untuk Mencerahkan Wajah

Baru-baru ini, Garuda Indonesia kembali terancam pailit akibat penerapan PKPU PT Mitra Buana Korporindo.

Garuda Indonesia berusaha keluar dari keterpurukan. Beberapa hal yang dilakukan Perseroan untuk tetap berkibar, salah satunya adalah program restrukturisasi.

Menyikapi berbagai opsi yang berkembang di masyarakat terkait masa depan Garuda Indonesia, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menilai restrukturisasi merupakan opsi yang paling tepat dan relevan.

Ia pun meyakini upaya ini akan berhasil di masa mendatang, sehingga tidak perlu ada opsi pengganti oleh Pelita Air sebagai National Flight Carrier.

“Langkah restrukturisasi tersebut yang saat ini terus kami perkuat melalui sinergitas BUMN salah satunya bersama Pertamina dimana pada akhir tahun 2020 lalu kami berhasil memperoleh kesepakatan perpanjangan waktu pembayaran kewajiban usaha selama tiga tahun dari total outstanding yang tercatat hingga akhir tahun 2020 terhadap Pertamina,” kata Irfan, Kamis (28/10/2021).

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut akan terus diperkuat melalui pembahasan restrukturisasi eksplorasi dengan Pertamina untuk kewajiban komersial yang didaftarkan pada 2021.

Dan dia optimis dan yakin bahwa langkah-langkah yang telah berhasil dijajaki bersama Pertamina dan beberapa mitra bisnis lainnya selama ini akan menjadi landasan fundamental bagi kelangsungan bisnis Garuda Indonesia di masa depan.

“Ditengah percepatan langkah restrukturisasi bersama mitra usaha, Garuda Indonesia memastikan bahwa seluruh aspek kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung dengan normal, dimana kami berkomitmen untuk senantiasa mengoptimalkan standar layanan penerbangan yang aman dan nyaman untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat maupun pengangkutan kargo bagi sektor perekonomian nasional,” kata Irfan.

About admin

Semakin keras kamu bekerja untuk sesuatu, semakin besar perasaanmu saat mencapainya

Check Also

Kantongi Suara Terbanyak, Gus Yahya Sah Jadi Ketum PBNU 2021-2026

Kantongi Suara Terbanyak, Gus Yahya Sah Jadi Ketum PBNU 2021-2026

Kantongi Suara Terbanyak, Gus Yahya Sah Jadi Ketum PBNU 2021-2026 – KH Yahya Cholil Staquf (Gus …