Masuk Level III, Berikut 4 Gunung Api di Indonesia yang Berstatus Siaga

Masuk Level III, Berikut 4 Gunung Api di Indonesia yang Berstatus Siaga – Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat ada 4 gunung berapi di Indonesia yang saat ini masuk level III atau siaga.

Penetapan status Siaga berarti terjadi peningkatan aktivitas seismik yang didukung oleh pemantauan vulkanik lainnya, serta perubahan yang terlihat baik secara visual maupun aktivitas kawah.

Berdasarkan data dari laporan Magma Indonesia, empat gunung api yang saat ini berstatus siaga, yakni gunung Semeru, Jawa Timur, gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, gunung berapi Ile Lewotok di Nusa Tenggara Timur, dan gunung berapi Sinabung, di Sumatera Utara.

Gunung Semeru telah beralih dari Level II atau Waspada ke Level III atau Siaga sejak Kamis malam (16/12).

“Mengingat kegiatan Gunung Api Semeru masih tinggi dan telah terjadi peningkatan jarak luncur awan panas guguran serta aliran lava, maka Badan Geologi menyatakan tingkat aktivitas Gunung Api Semeru dinaikan dari level waspada (level II) menjadi siaga (level III) terhitung mulai tanggal 16 Desember 2021 pukul 23:00 WIB,” kata Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (17/12).

Kemudian, selama sepekan, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan lava sebanyak 116 kali.

Hal itu diungkapkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), dilansir dari Antaranews, Jumat (17/12/21).

“Guguran lava teramati sebanyak 116 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan resmi di Yogyakarta, Jumat.

Sedangkan anjuran untuk status Siaga gunung api Ile Lewotok yaitu masyarakat sekitar Gunung Ile Lewotolok serta bagi pengunjung, pendaki dan wisatawan disarankan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak gunung.

TRENDING  Kumpulan Twibbon Terbaru Lengkap Bingkai Foto, Segera Download Gratis!

Masyarakat Desa Jontona harus selalu mewaspadai potensi ancaman longsoran material terdegradasi yang mungkin disertai awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah Gunung Ile Lewotolok. Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat menimbulkan gangguan pernapasan (ISPA) dan gangguan kesehatan lainnya, masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ile Lewotolok sebaiknya menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, serta perlengkapan lainnya untuk melindungi mata dan kulit.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai yang melandai puncak Gunung Ile Lewotolok harus waspada terhadap ancaman lahar, terutama pada musim hujan.

Status Siaga Gunung Sinabung membuat masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak dapat beraktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, serta di lokasi dalam radius radius 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta dalam radius Sektoral. 5 km untuk sektor tenggara dan 4 km untuk sektor timur laut dan barat.

Disarankan juga jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker saat keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air minum dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik tebal agar tidak roboh. Masyarakat yang tinggal dan bermukim di sekitar sungai yang berhulu dari Gunung Sinabung harus tetap waspada terhadap bahaya lahar.

About admin

Semakin keras kamu bekerja untuk sesuatu, semakin besar perasaanmu saat mencapainya

Check Also

KH Miftachul Akhyar Dipilih Lagi Jadi Rais Aam PBNU

KH Miftachul Akhyar Dipilih Lagi Jadi Rais Aam PBNU

KH Miftachul Akhyar Dipilih Lagi Jadi Rais Aam PBNU – Sembilan ahlul halli wal aqdi …

Leave a Reply

Your email address will not be published.