Hujan Meteor Geminid, Fenomena Astronomi yang Bakal Terjadi Pekan Ini

Hujan Meteor Geminid, Fenomena Astronomi yang Bakal Terjadi Pekan Ini – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melaporkan bahwa hujan meteor Geminid akan terjadi antara 7 dan 17 Desember. Dan untuk tahun ini fenomena langit akan mencapai puncaknya pada malam Senin 13 Desember hingga pagi hari Selasa 14 Desember.

Hujan meteor ini berasal dari sisa-sisa debu asteroid 3200 Phaethon (1983 TB) yang mengorbit Matahari dengan periode 523,6 hari. Hujan meteor Geminid dapat dilihat dari pukul 20:30 waktu setempat hingga sehari setelah matahari terbit di laut (25 menit sebelum matahari terbenam) dari timur laut ke barat laut.

Intensitas hujan meteor ini untuk Indonesia berkisar antara 86 meteor/jam (Sabang) hingga 107 meteor/jam (Pulau Rote). Hal ini karena titik radian memuncak pada ketinggian 46 derajat hingga 63 derajat utara, sedangkan intensitas hujan meteor di zenith adalah 120 meteor/jam.

Menurut LAPAN, jika ingin melihat fenomena yang akan berlangsung pada 14-15 Desember, pastikan berada di tempat yang memiliki cuaca cerah dan bebas dari halangan dan polusi cahaya di sekitar bidang pandang.

Karena intensitas hujan meteor ini berbanding lurus dengan 100 persen dikurangi persentase tutupan awan dan berbanding terbalik dengan skala Bortle (skala yang menunjukkan tingkat polusi cahaya, semakin besar skalanya, semakin besar polusi cahaya).

Sementara itu, NASA menyarankan, jika ingin melihat hujan meteor ini, “Jika tidak berawan, menjauhlah dari cahaya terang, berbaring telentang, dan lihat ke atas. Ingatlah untuk membiarkan mata Anda menyesuaikan diri dengan kegelapan Anda akan melihat lebih banyak meteor dengan cara itu,” ungkap NASA.

Perhatikan bahwa penyesuaian ini dapat memakan waktu hingga 30 menit. Jangan melihat layar ponsel sama sekali karena akan mempengaruhi penglihatan pada malam hari.

TRENDING  Banten Diguncang Gempa Berkekuatan 6,7 SR Hari Ini

“Meteor umumnya dapat dilihat di seluruh langit. Hindari menonton pancaran karena meteor yang dekat dengannya memiliki jalur yang sangat pendek dan mudah dilewatkan. Ketika Anda melihat meteor, cobalah untuk melacaknya ke belakang. Jika Anda berakhir di konstelasi Gemini, ada kemungkinan Anda melihat Geminid. Mengamati di kota dengan banyak cahaya akan menyulitkan untuk melihat Geminid,” tutur NASA.

Intensitas hujan meteor ini juga akan sedikit berkurang karena Bulan berada di dekat zenith saat titik dalam radian naik. Namun, jika ingin menonton hujan meteor Geminid secara online, berikut cara melakukannya.

Jika tidak dapat melihat hujan meteor secara langsung, atau jika tidak suka trekking di cuaca dingin, ada juga opsi untuk melihatnya secara online.

NASA akan menyiarkan langsung pemandangan dari kamera meteornya di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall NASA di Huntsville, Alabama, selama puncak hujan meteor. Siaran langsung dimulai hari ini pukul 21.00 ET (9.00 WIB) dan akan ditampilkan di halaman Facebook Meteor Watch NASA.

Incoming search terms:

Astronomi ,Hujan Meteor,Hujan Meteor Geminid ,NASA

About admin

Semakin keras kamu bekerja untuk sesuatu, semakin besar perasaanmu saat mencapainya

Check Also

Kantongi Suara Terbanyak, Gus Yahya Sah Jadi Ketum PBNU 2021-2026

Kantongi Suara Terbanyak, Gus Yahya Sah Jadi Ketum PBNU 2021-2026

Kantongi Suara Terbanyak, Gus Yahya Sah Jadi Ketum PBNU 2021-2026 – KH Yahya Cholil Staquf (Gus …