Gunung Semeru Erupsi, Belasan Orang Meninggal

Gunung Semeru Erupsi, Belasan Orang Meninggal – Berdasarkan informasi pagi ini, Minggu (05/12), menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dua korban meninggal telah teridentifikasi, berasal dari Curah Kobokan dan Kubuan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Ahli Kebencanaan UPN Veteran Yogyakarta Eko Teguh Slamet mengatakan, fenomena gunung Semeru meletus merupakan erupsi sekunder.

Sebelum menjelaskan lebih lanjut, dia menyinggung pentingnya mencermati karakteristik suatu gunung api. Dalam wawancara dengan Kompas TV, Eko mengatakan bahwa setiap gunung api memiliki kecenderungan yang berbeda ketika erupsi atau meletus. “Kalau (Gunung) merapi (erupsi) berupa guguran kubah, kalau di semeru gugurannya kubah dan produk erupsi,” ungkap Eko dalam wawancara dengan Kompas TV, Minggu (5/12/2021) pagi.

Dia menjelaskan, dari erupsi yang pertama, material-material erupsi berkumpul di puncak gunung karena hujan dan menyebabkan erupsi sekunder.

“Nah, gejala-gejala ini yang perlu dicermati kalau ada akumulasi kubah selama proses satu dua tahun sebelumnya dalam jumlah yang besar dan belakangan jumlahnya meningkat karena hujan deras, maka potensi erupsi bisa terjadi,” jelas Eko. “Seperti halnya yang terjadi pada Desember tahun lalu dan sekarang terjadi lagi, tapi dengan jumlah volume yang berbeda.”

Lantas, apakah erupsi sekunder ini terjadi tiba-tiba atau sudah ada tanda sebelumnya? Dijelaskan Eko, tanda-tanda yang bisa dilihat adalah proses magmatisme, yakni perubahan di medan magma yang menginformasikan status gunung api ada di level normal, waspada, atau siaga.

“Sementara jika proses erupsi sekunder, gejalanya di guguran atau deformasinya,” terang Eko. Eko mengaku tidak tahu persis bagaimana gejala yang ditunjukkan guguran atau deformasi Gunung Semeru. Namun dia berkata, meski tidak terlihat, sebenarnya alam sudah memberikan tanda-tanda. “Seperti kalau gunung api sudah memiliki banyak material dan hujan intensif, maka itu sudah jadi warning dari alam sebenarnya,” imbuh dia.

TRENDING  Digelar di Israel, Miss Universe 2021 Tuai Kontroversi

“Karena sebenarnya enggak ada erupsi saat musim kemarau untuk erupsi sekunder.” Dikatakan Eko, erupsi sekunder bisa disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi pada hari-hari sebelumnya atau di hari saat meletus. Dengan kata lain, ketika sudah musim penghujan dan satu atau dua tahun sebelumnya sudah terjadi erupsi, seharusnya pemerintah setempat dan masyarakat sudah mempersiapkan diri akan terjadinya erupsi sekunder seperti sosialisasi dan mitigasi.

BNPB per Sabtu (4/11/2021), kejadian bencana awan panas guguran Gunung Semeru telah berdampak di enam desa yang berada di dua kecamatan di Kabupaten Lumajang. Selain itu, sebaran abu vulkanik telah berdampak di 11 desa/kelurahan di sembilan kecamatan. Di samping itu, kejadian awan panas guguran Gunung Semeru telah menyebabkan satu orang warga meninggal dunia, 2 orang hilang, 8-10 orang masih terjebak, 70 orang dilarikan ke puskesmas dan 300 KK mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sementara itu, kerusakan dan kerugian materil masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

About admin

Semakin keras kamu bekerja untuk sesuatu, semakin besar perasaanmu saat mencapainya

Check Also

KH Miftachul Akhyar Dipilih Lagi Jadi Rais Aam PBNU

KH Miftachul Akhyar Dipilih Lagi Jadi Rais Aam PBNU

KH Miftachul Akhyar Dipilih Lagi Jadi Rais Aam PBNU – Sembilan ahlul halli wal aqdi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *